Pemijahan Lele Yang Benar
Pemijahan lele yang benar dimulai dengan persiapan kolam pemijahan yang steril dan kering.
Persiapan Kolam Pemijahan
Kolam pemijahan sebaiknya memiliki ukuran 2mx4m, 2mx3m, atau 2mx2m, dan dapat berupa kolam terpal atau kolam beton. Sebelum digunakan, kolam dan kakaban harus disterilkan dan dikeringkan selama 2 hari untuk membunuh bakteri.
Pemilihan Induk Lele
Induk lele yang siap dipijahkan harus memiliki ciri-ciri tertentu, seperti matang gonad. Pemilihan induk lele sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk menghindari stres.
Proses Pemijahan
Setelah induk lele dipilih, langkah selanjutnya adalah memasukkannya ke dalam kolam pemijahan yang telah disiapkan. Pemijahan lele memerlukan waktu 1 malam, dan keesokan paginya dapat dilihat hasilnya. Tanda pemijahan yang berhasil adalah adanya busa di permukaan air kolam pemijahan.
Perawatan Larva
Setelah pemijahan, induk lele diangkat dan dipindahkan ke kolam induk, sedangkan telur yang menempel di kakaban dapat dipindahkan ke kolam penetasan. Sisa telur yang menempel pada kolam pemijahan dapat dijadikan larva dengan melakukan pembuangan air total dan mengisi kembali dengan air baru.
Tips untuk Pemula
Untuk pemijahan induk dengan bobot 8 ons - 1kg, sebaiknya telurnya dipecah menjadi 2-3 kolam 2x4. Populasi telur/larva tidak boleh terlalu banyak di dalam kolam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Pemijahan Lele?
Pemijahan lele adalah proses reproduksi lele yang melibatkan persiapan kolam, pemilihan induk, dan perawatan larva.
Bagaimana Cara Memilih Induk Lele yang Siap Dipijahkan?
Induk lele yang siap dipijahkan harus memiliki ciri-ciri tertentu, seperti matang gonad, dan sebaiknya dipilih pada sore hari.
Apa Tanda Pemijahan Lele yang Berhasil?
Tanda pemijahan lele yang berhasil adalah adanya busa di permukaan air kolam pemijahan.
